Senin, 17 Desember 2018

ASAL NULIS

Apakah aku boleh rindu padanya?

saat kata tak mampu ungkapkan rasa,
aku mencoba tuk lupakan apa yang kurasa itu,
namun semua gagal,
seseorang itu selalu ada dalam hati ini,
aqw mengerti dia tak sesempurna yang lain ,
tapi adanya dia aqw menjadi sempurna,
sempurna menurutqw sendiri,
tanpa ada yang mencoba mengerti,
apalagi memahami nya,.
bila rasa bertambah besar,
aqw tak dapat lakukan apapun,
aqw hanya bisa meneteskan air mataku,.
aqw tak bisa bersamanya,
tak bisa,
dan mungkin takkan bisa.
ia takkan mengerti tentang apa yang sebenarnya aqw rasa,.
rasa ini benar benar ada untuknya,.
aqw tak pernah katakan bahwa rasa yang telah ada ini menjadi begitu dalam sampai tak mungkin ada orang yang percayainya,.
aqw merindukannya
tuhan apakah aqw boleh rindu padanya??

...

Tak tau diri

Menyesalnya ini super duper.
Kenapa bisa segitunya.
Ini saat sadar.
Itu tak sadar.
Jangan lagi seperti itu.
Saya tak kan lagi ulangi itu.

...

Gerbang perpisahan


Senin 18 april 2016

Ternyata kemarin menjadi hari terakhirku bersamu.
Aku melihatmu.
Menoleh kepada mu.
Namun entah ada yang menahanku saat aku ingin kembali kepadamu.
Perpisahan kita digerbang uin itu.
Akan ku kenang dalam tulisan ini.

Merasa kehilangan sekalli.
Saat saat yang biasa kita lalui bersama.
Sekarang sudah tidak bisa.
Jika tau begini aku akan kembali padamu.
Jika tau sesakit ini tiada dirimu.

Sakitnya kelilipan.
#kacamata boonganku yang terjatuh digerbang uin

 ...




Bisakah anda baik?

Jumat pagi ini tak seperti biasa, aku harus memutar sepedaku menuju gedung yang mempertemukan aku dengan nya, mempertemukan aku dengan psikologi.. Heheee.
Pagi ini sudah ku selesaikan piket harian asrama yang sangat melelahkan. Eh.. Buang sampah belum.. Hmm.. Beginilah.. Jumat untuk olah raga nyapu, ngepel dan memcuci piring.
Berangkat aku jam 10.30. Dengan kecepatan sedang aku meluncur dari asrama ke kampus tercinta. Di tengah jalan, aku hampir saja menabrak motor yang dikendarai perempuan dewasa tengah. Tertutup oleh mobil silver didepan rumah makan soto sehingga tak tau aku kalau ada motor yang akan masuk ke jalan. Hampir dan sangat hampir sepeda karat yang terkena hujan da n panas akan menyentuh body motor yang nginclong itu. tapi itu hanya hampir. Kejadian ini membuat aku mendapat omelan dari orang itu. Mungkin yang salah memang saya, tapi alangkah indahnya bila orang tersebut bisa memaafkan tanpa berkata yang membuat hati terluka.

Bisakah?

...

Penutup kepala


Kadang aku merasa sedih ketika melihat saudara sesama muslimah tidak menggunaakan kain untuk menutupi aurat rambutnya. Namun ke ikhlasan memakai kerudung bukanlah hal yang mudah terutama bagi saudari-saudari yang tak membiasakan dari masa kecilnya. Kebiasaan akan menjadi akar yang dapat tertancap erat dalam hati orang tersebut, terkecuali bila Allah menghendaki sebaliknya. Salah satu keajaiban atau keagungan Allah ketika seseorang dibuka hatinya menuju jalan yang benar.
Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Begitulah syair yang sudah tidak asing bagi kita. Ketika seorang anak kecil dimasukkan dalam asrama berbau islam, baik itu sedikit atau banyak, ajaran agama islam akan melekat dalam hatinya. Dalam urusan memakai jilbab ini, ketika anak tersebut terbiasa memakainya akan menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Namun, ketika anak tersebut kembali ke kampung halamannya, lingkungan rumah khususnya maka anak tersebut sebagai individu akan distimulusi oleh lingkungan nya. Lingkungan yang baik akan berdampak baik begitu pula sebaliknya. Ketika si anak yang sudah terbiasa memakai kerudung kemudian distimulusi oleh lingkungan yang notabennya tidak memakai kerudung maka sedikit atau banyak akan masuk dalam kognitif anak tersebut. Ada yang tetap teguh dan banyak juga yang tidak. Apalagi ketika ibu atau sandara saudara anak teesebut tidak memakai penutup kepala untuk menutupi auratnya, maka kita selaku muslimah tidak boleh langsung menfonis anak tersebut dengan lebel nakal atau jelek. Kita harus melihat dari berbagai aspek kenapa anak tersebut berperilaku menyimpang agama. Untuk merubah dan memecahkan masalah ini, maka kita harus menangani dari awal serta tak lupa lingkungan juga kita benahi agar tidak terjadi kesalahan yang berulang-ulang.
#rabu, 26 mei 2015.
Ketika antara buah dan pohon berbeda 180°

...

SORE INDAH PENUH SUARA MERDU

ku terkesan pada laki-laki kecil yang duduk dibarisan paling belakang majlis
ia terdiam tak tau mengapa
ditanya mengapa, ia menangis
Jawabnya polos, ia menangis karna adiknya tidak berada didekatnya
Entah kemana adik nya pergi
Tapi yang jelas ia seperti tidak mau kehilangan adik perempuannya
Dicari disudut masjid
Ternyata gadis kecil itu duduk di teras pojok
Kubawanya pada anak laki-laku kecil itu
Ia bahagia kegirangan
Dipeluknya adik perempuan itu erat
Sambil keduanya menangis
Kata adik pada kakaknya
Maaf kakak sambil mengusap air mata kakaknya
Aku terharu terpaku
Bertanya aku dalam hati
Apakah ada yang takut kehilangan aku
Ketika aku menghilang meski hanya sekejap?
Adakah?

...

Bagaimana ini terjadi?


banyak manusia sekarang berubah
tak punyai adab lagi dalam dirinya
seperti hewan yang lakukan apapun tanpa berfikir
otak serasa penuh dengan sebongkah nafsu
mereka telah buta
mereka telah tuli
meraka telah bisu pada kebenaran
mereka tak punyai akal lagi

صم بكم فهم عمي لا يرجعون
صم بكم عمي فهم لا يعقلون

astaghfirullah
robbal baroya
astaghfirullah
minal khotoya
robbi zidni
ilman nafi'a
wa huwa fiqni
amalan sholiha
wa huwa habli
rizqon halalan
wa tub 'alaina taubatan nashuha

ya allah
maafkan dosa hambamu ini
yang tak pernah luput dari salah dan dosa
kuatkan lah imanku ya allah
tuntunlah diriku kejalan yang lurus
jalan yang engkau ridhoi
tetapkanlah hatiku ya allah
memegang iman islam, agama yang Engkan ridhoi

...

Kekuatan kaki

Perjalanan siang 050315.. FM

Jalan yang kulalui tiap hari
seakan lebih memanjang tiap ku kayuh ratai-rantai yang mulai
memutih
nafas panjang yang kuhembuskan
ditabrak oleh angin yang melaju mengarahkan kemudinya tepat mengenai ku
udara yang semakin menyamai panas kompor dapur
mengajak energiku tuk kabur dari raga
setetes dua tetes keringat mulai berjatuhan
namun jalan yang kulalui serasa diam tak berganti
pandangan yang mulai lelah melihat puluhan atau bahkan mungkin ratusan orang lain telah mendahuluiku yang pada dasarnya akulah yang lebih dulu mengayuh dari gerbang ilmu
aku tak bisa mengelak
diriku dengan apa yang aku punya memang berbeda dengan nya
sepeda ungu milikku harus rela menahan rasa malu ketika lampu trotoar berubah menjadi merah
ia berbaris diantara mobil-mobil para pejabat, dan motor-motor anak orang-orang berpunya
aku menelan kembali air liurku
hidup tak kan selamanya menderita
kulihat disana
diujung pos polisi
berjejer pemuda pemudi tak bisa memakan bangku kuliah
tukang parkir toko boneka yang menggunakan tongkat untuk berjalan mengarahkan mobilmobil berkelas tetap senyum meski batinnya telah lara
bagaimana aku bisa mengeluh lagi sedang yang dibawahku juga masih berjuta yang lebih menderita daripadaku
aku menderita karena aku menganggap hidupku tak bahagia, namun salah
diriki salah
kebahagian bukan apa yang aku miliki
kebahagian ketika aku masih merasakan keagungan pencipta alam ini
sampai pada suatu jalan ku menemukan arti bahagia yang abadi 


...


Mengisi waktu luang

:) 

Pada sebuah pantai aku berjalan
Berjalan diantara pasir-pasir putih yang lembut dan gerobohan karang yang mengeras
Kaki bertapak penuh hati-hati
Disebelah kapal yang terdampar
Aku terhenti...
Kulihat kau lemah tak berdaya
Kata ikan , aku baik
Kau akhirnya bangkit
Aku hendak tinggalkanmu
Tapi...
Kau memanggilku
Aku berpaling dari tujuanku
Sampai..
Aku hampir jadi kamu dan kamu jadi aku
Matahari akan tenggelam
Untuk sekarang saja ??
Aku sebagai kamu dan kamu sebagai aku
Kau lemparkan sebutir pasir kedahiku
Aku hanya tersenyum...
Lalu kau lemparkan kembali
Aku mulai marah
Dan kamu tersenyum
Namun akhirnya..
Aku benar-benar marah
Dan kamu mulai bingung
Aku benar-benar marah sekali
Dan kamu menyesal
Aku tinggalkanmu dengan tangisan
Dan kamu melepaskanku dengan tangisan pula
Tadi aku sebagai kamu dan kamu sebagai aku
Sekarang aku jadi diriku sendiri
Dan tak tau kamu jadi dirimu atau yang lain
Kamu diam
Aku menangis
Aku dan kamu menyesal . 


TANPA HIRAUAN

yang di depan berbicara
yang di samping berceramah
yang di belakang bercerita
yang bernyanyi hanya dengan dirinya sendiri
dihadapannya ada beribu pasang telinga
ada
namun tak ada
ketidak-adaannya dibuat olehnya
yang bicara, kenapa Cuma bicara?
Tak mencoba membuka pintu mereka
seprti yang berceramah dan bercerita
memasang telinganya dengan sendirinya
penguasaan jati adalah yang pertama
bila tidak
ia hanya bicara tanpa makna 



SURAM

banyak yang hadir
dalam kegelapan malam
suara-suara berbeda
masuk dalam lubang yang sering terisi air
yang paling keras
yang paling besar
selalu menang
tapi, pengorbanan besar
tak selalu masuk dalam relung batin
yang jauh tak terjangkau
namun tesopong mata mencarinya

sayang, semua sia
terhalang batu besar
bahtera tak mampu berlayar
terpatung dengan sedikit asa
untuk masa dalam genggaman
tetap mengharap pada jejaknya yang tak terlihat

karna suara-suara itu suara hati
akan bertahan
sampai suara itu berubah
menjadi yang ia mau



JEJAKNYA

biru
membiru
memburu tempat terindah dalam ayang
bertanya pada dedaunan mengering
bila mungkin ia tahu jalan pulang

merah
memerah
mengerahkan saluruh bahasa
berkata apa adanya
bila mungkin ia akan faham

putih
memutih
memutarkan layang
berjalan pada lintasan ayang
bila mungkin ia salah bayang



TUJUAN

malam yang gulita ini
kutelusuri jalan yang penuh duri
darah yang keluar dari telapak kaki
menghiasi gelap dengan bertambah pekat
tak mampu tuk lanjutkan laju hati
diri terhenti dalam tengah-tengah liku semu
bisikan angin membuat hati membeku
malam ini membuatku ingat pada ingatan tentang kerangka yang mulai retak
bukan tak mengharp cahya bulan datang
namun dia sulit tuk jadi nyata
ditambah awan hitam menghalangi indahnya
andai tangan ku mampu menyikap semua
akan ku ulurakan ranting-ranting hati
menuju diri yang telah lama mati
meski bathin penuh tancapan duri
angnku ini akan benar adanya


...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar